Minggu, 18 Mei 2014

Kawasan Ekonomi Khusus


Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

Kawasan industri terpadu Palu yang nantinya diharapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu berada di kecamatan Palu Utara yang meliputi wilayah Pantoloan, Baiya dan Lambara.  Batas wilayah ini dipilih karena memiliki aksesibilitas lahan (sarana dan prasarana transportasi dekat pelabuhan dan dilintasi Jalan Trans Sulawesi).

Letaknya berada dalam kawasan Industri Terpadu (KIP), didukung sumberdaya alam, dan sumber daya manusia yang cukup memadai.  Pertimbangan dalam mengembangkan KEK adalah menyediakan suatu kawasan yang memiliki fungsi ekonomi dimana salah satu fungsi ekonomi tersebut adalah zona industri yang menghasilkan produk-produk akhir berkualitas ekspor.  Kawasan Industri Terpadu Palu yang diarahkan pada KEK, sesuai dengan tafsir dari pasal tersebut dapat terwujud sepanjang syarat-syarat KEK terpenuhi. Untuk itu Kota Palu perlu menetapkan industri yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan berkualitas ekspor.


Analisis Basis sumber daya alam sektor perkebunan dan sektor kelautan  menghasilkan tiga besar dari empat komodi unggulan yang dapat diolah di Kota Palu sebelum di ekspor ke mancanegara. Di samping potensi pariwisata sebagai sektor pendukung untuk dikembangkan dan dimasukkan kedalam Kawasan KEK Palu.  

Pengembangan kawasan industri Palu menjadi kawasan KEK Industri berbasis Agro seperti sudah di masukkan kedalam Rencana dan strategi kebijakan Provinsi Sulawesi Tengah akan menyerap tenaga kerja di berbagai sektor mulai dari hulu sampai ke hilir dari rantai proses agroindustri.


KEK yang direncanakan dari pengembangan rencana strategis KIP memiliki luas total sebesar 1.500 Ha dengan fungsi kawasan industri sebagai kegiatan utamanya dan didukung dengan kawasan-kawasan penunjang lainnya, dapat dijadikan sebagai kawasan pengolahan hilir dari komoditas utama Sulawesi Tengah, seperti Rotan, kakao dan Rumput laut.

Sabtu, 17 Mei 2014

Peternakan

 
Type 5






Pelihara kambing dengan membuat kandang di belakang rumah kita pelihara dari berat 12 kg seharga Rp 500.000,- setelah tiga bulan bisa mencapai 30 kg sd 40 kg  Seharga Rp 1.750.000,-

Kamis, 15 Mei 2014

Pengembangan Pariwisata



Pengembangan Pariwisata di kawasan pantai dan sarana penunjang perlu terus dikembangkan. Dengan Visi Kota Palu sebagai kota Budaya dan Seni


APBD Kota Palu dalam lima tahun terakhir naik hampir 100 persen atau rata-rata hampir 20 persen pertahun.

"Pada  tahun 2009, APBD Kota Palu baru Rp 600 miliar lebih.Kini tahun  2014 APBD sudah mencapai Rp1,086 triliun," kata Wakil Ketua DPRD Kota Palu Yos Soedarso di Palu, Minggu (29/12/2013).

Anggota DPRD Kota Palu dua periode itu mengatakan dirinya mengikuti secara seksama seluruh proses penetapan APBD sehingga banyak hal yang ia ketahui tentang seluk beluk masalah dan potensi APBD tersebut. Persentase kenaikan APBD terjadi pada pendapatan asli daerah.

Pada tahun 2004 jumlah PAD baru sekitar Rp 20 miliar. Kini tahun 2014 PAD telah  ditetapkan DPRD sudah mencapai Rp150 miliar.   Kenaikan PAD tersebut terutama ditopang dari pajak reklame dan jasa perhotelan.






Tim Sigit Center

https://www.facebook.com/groups/1419743414963542/



Sigit Center (SC)

Sigit Centre (SC)   merupakan lembaga research, analisis dan kajian untuk mengawal Sigit Purnomo Said  menjadi Walikota Palu  periode 2015- 2020.
Para Ulama, Kiai, cendekiawan, tokoh pengusaha, akademisi, tokoh petani, tokoh pemuda lintas partai dan lintas elemen masyarakat berkumpul di Lembaga Kajian ini untuk mengeluarkan gagasan, pemikiran dan input-input mereka yang dituangkan sebagai bahan pijakan Sigit Purnomo Said sebagai kandidat Walikota Palu.

Lembaga ini untuk mengantarkan Sigit Purnomo Said sebagai Walikota Palu.. Berbagai terobosan Sigit Center ini dan upaya untuk selalu bersama umat dan masyarakat melakukan kegiatan.
Misalnya, Jumling (jumat Keliling) dengan mengunjungi mesjid ke mesjid yang bertebaran di  45 desa se- Kota Palu dengan menyerahkan dana bantuan 25 juta rupiah sampai dengan 30 Juta Rupiah.

Mengadakan dan membangun aktifitas untuk pemuda, bidang olah raga, kesenian dan kebudayaan dan berbagai festival dan lomba yang berkaitan dengan kegiatan dan  mencarikan sponsor untuk  mendanai aktifitas tersebut.

Palu 5 Mei 2014
Sigit Center

Mari kita beternak sapi, kita mulai beberapa ekor setelah tiga bulan  Sapi gemuk harganya baik dan menguntungkan apalagi menjelang Iedul  Qurban. Sigit Center akan menyediakan penyuluh peternakan tempat kita  belajar piara sapi. Tiap hari susunya dapat diperah untuk belanja keluarga sehari-hari. Ini lapangan kerja yang baik untuk kita di Palu





Pasha Ungu:" Memang saya seorang penyanyi. Saya lahir dan besar di Palu. Saya merantau jauh dan berhasil di kampung orang. Saya selalu rindu kampung halaman saya, dimana banyak teman-teman masa kecil dan  keluarga yang menyayangi. Keinginan untuk berbuat sesuatu untuk kemajuan kota saya Palu itulah sesungguhnya impian saya. Mungkinkah itu dapat terjadi? Apalagi kalau yang ada hanya sinisme? Saya menyadari tanpa dukungan warga Palu, harapan dan impian itu akan menguap seperti embun di pagi hari disinari Mentari. 

Saya akui Ide-ide saya menyelesaikan masalah utamanya ekonomi bersifat kerakyatan. Seperti " Piara Sapi " sederhana. Tapi, itu hanya contoh saja. Teman dukung dan doakan saya. "
Pasha Ungu SIGIT CENTER

Sejumlah warga miskin diupah membersihkan salah satu fasilitas publik di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (7/5). Pemerintah setempat meluncurkan program zero property untuk penanggulangan kemiskinan menggunakan sistem padat karya yang melibatkan lebih dari 2.500 warga miskin dengan upah Rp.500.000 per bulan selama sembilan bulan.

Palu, Kontestasi Politik Pemilihan walikota Palu periode 2015-2020 saat ini telah dilirik oleh beberapa tokoh, baik dari kalangan muda sampai tua atau wajah wajah baru maupun lama
PILKADA WALIKOTA PALU mulai terlihat dibicarakan dalam salah satu layanan media sosial facebook di link  https://www.facebook.com/groups/ptpcagroup/ yang beranggotakan 7 ribu lebih anggota
polling saat ini (tanggal 9 Januari 2014) di media sosial tersebut menunjukkan beberapa tokoh yang memiliki potensi bakal calon walikota palu kedepan seperti :
  1. Hidayat M.Si
  2. Faisal Mahmud
  3. Safrudin Parigade
  4. Hidayat Lamakarate
  5. Andi Mulhanan Tombolotutu
  6. Hapsa Yanti Ponulele
  7. Pasha
  8. Agus Walahi


Sigit Center





Sigit Center (SC)
Sigit Centre (SC)   merupakan lembaga research, analisis dan kajian untuk mengawal Sigit Purnomo Said  menjadi Walikota Palu  periode 2015- 2020.
Para Ulama, Kiai, cendekiawan, tokoh pengusaha, akademisi, tokoh petani, tokoh pemuda lintas partai dan lintas elemen masyarakat berkumpul di Lembaga Kajian ini untuk mengeluarkan gagasan, pemikiran dan input-input mereka yang dituangkan sebagai bahan pijakan Sigit Purnomo Said sebagai kandidat Walikota Palu.

Lembaga ini untuk mengantarkan Sigit Purnomo Said sebagai Walikota Palu.. Berbagai terobosan Sigit Center ini dan upaya untuk selalu bersama umat dan masyarakat melakukan kegiatan.
Misalnya, Jumling (jumat Keliling) dengan mengunjungi mesjid ke mesjid yang bertebaran di  45 desa se- Kota Palu dengan menyerahkan dana bantuan 25 juta rupiah sampai dengan 30 Juta Rupiah.

Mengadakan dan membangun aktifitas untuk pemuda, bidang olah raga, kesenian dan kebudayaan dan berbagai festival dan lomba yang berkaitan dengan kegiatan dan  mencarikan sponsor untuk  mendanai aktifitas tersebut.

Boling (Rabu Keliling) dengan mengunjungi dan berkeliling antar satu kecamatan dengan kecamatan yang lain untuk menjaring aspirasi masyarakat dan dialog langsung dengan seluruh elemen masyarakat. Keberpihakan  kepada Umat dn masyarakat nampak terlihat dengan semakin jelasnya kebijakan Walikota  untuk mensejahterakan masyarakat yang belum pernah dilakukan sebelumnya, antara lain:

Memberikan TF (Tunjangan Fungsional) kepada Guru-guru honorer, khususnya guru ngaji, guru agama di SD,SMP,SMA dan guru kelas di MI, MTs, dan MA. Keberpihakan Walikota untuk para pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren khususnya Ponpes Al Khairat. Selain itu, berbagai kegiatan ekonomi, pertanian dan lain sebagainya telah dilakukan secara maksimal sehingga mendapat respond dan dukungan berbagai kalangan masyarakat.

Membangun dan merehabilitasi pasar tradisional, memberi alokasi anggaran kredit untuk pedagang pasar, pedagang kecil meenengah di bidang permodalan dan modal kerja untuk industri kecil.
Tetap mengembangkan secara kreatif Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan program pengembangan komoditas Kakao,  untuk ekspor.
Mengusahakan dan memfasilitasi pelatihan keterampilan kerja untuk tenaga ahli bersertifikat di bidang bangunan, montir mobil, elektronik, elektrik, pertanian, peternakan dan perkebunan. 
Memprakarsai Program Penciptaan Lapangan Kerja
Kebijakan Ketenaga Kerjaan
Data dan Fakta pendayagunaan Tenaga Kerja Formal  dan Non Formal

Palu 5 Mei 2014
Sigit Center